Program memperbesarkan penis

Home

Seberapa Pentingkah Ukuran Penis

Program Optimalisasi Fungsi Seksual

Anatomi Penis

Bagaimana Testes Bekerja

Komposisi Air Mani

Apakah Anda Membutuhkan Multivitamin?

Pasak Bumi, Viagra Hutan Indonesia



Perbesarlah penis anda

Situs ini berisi detil program melatih penis agar dapat menjadi lebih besar. Dijamin program latihan ini secara signifikan akan menjadikan penis anda memiliki ukuran yang lebih besar dan memberikan fungsi yang lebih baik selama melakukan hubungan seksual. Program ini dilakukan tanpa pembedahan ataupun memompa penis. Program latihan ini telah terbukti manfaatnya secara ilmiah dan selama bertahun-tahun telah diterapkan oleh masyarakat di Amerika Serikat dan Eropa. Secara tipikal, program ini akan menambah beberapa sentimeter ukuran penis baik panjang maupun lingkarnya.

Program latihan ini tersedia pada situs internet secara berlangganan. Untuk menjadi pelanggan, anda hanya dikenakan biaya sebesar 10 dolar AS. Biaya tersebut dapat anda bayarkan melalui kartu kredit manapun yang tersedia di Indonesia atau Malaysia. Untuk berlangganan pada situs ini, silahkan klik pada tombol yang ada dibawah. Nama login dan password akan segera diberikan melalui alamat e-mail anda. Jika anda mengalami masalah dalam hal ini, silahkan hubungi saya pada:

Bagaimana Testes Bekerja

Testes juga dikenal sebagai testikal (biji kemaluan) atau gonada pria merupakan sepasang organ dengan bentuk seperti kantung pada kemaluan. Kata "testes" (bentuk jamak dari testis) berasal dari bahasa Latin yang berarti "saksi" atau "memberikan kesaksian". Pada zaman dahulu kala, merupakan hal yang lumrah bagi pria untuk meletakkan salah satu tangan pada alat kelaminnya ketika diambil sumpahnya di pengadilan.

Pada pria dewasa, rata-rata ukuran testis berkisar antara 4 sampai 6 sentimeter panjangnya dengan berat 10 sampai 15 gram. Testis sebelah kiri biasanya agak lebih besar dan tergantung sedikit lebih rendah daripada testis sebelah kanan. Fungsi testes ini untuk menghasilkan sperma dan berbagai hormon, seperti hormon testosteron dan inhibin. Testes telah terbentuk selama janin berusia tujuh sampai sembilan bulan dalam kandungan. Pada masa tersebut, letak testes mengalami perubahan, mulai dari rongga perut bagian panggul turun hingga ke selangkang pada kantung kemaluan.

Setiap testikel dibungkus dengan kuat oleh tunica albuginea, yaitu suatu serat kapsul berwarna putih. Sebuah testikel mengandung sekitar 250 testicular lobules dan di dalam setiap testicular lobule terdapat 1 sampai 3 seminiferous tubules yang tergulung dengan erat. Jika dibentangkan, maka setiap seminiferous tube dapat mencapai 2 sampai 3 kaki panjangnya. Seminiferous tubules merupakan tempat dimana sperma diproduksi dan disebut juga dengan spermatogenesis. Produksi sperma dimulai sekitar masa pubertas dan berlanjut hingga masa hidup seseorang tersebut berakhir. Tingkat produksi sperma biasanya menurun seiring dengan berjalannya usia. Seorang pria dewasa yang sehat rata-rata mampu memproduksi beberapa ribu sel sperma setiap detiknya. Volume normal air mani yang dikeluarkan pada saat ejakulasi berlangsung adalah 3 mililiter sampai 5 mililiter, setiap 1 mililiter air mani biasanya mengandung 50 sampai 100 juta sperma. Meskipun sepertinya jumlah diatas merupakan angka yang besar, tetapi sel sperma memiliki ukuran yang sangat kecil sehingga jumlah tersebut hanyalah berkisar 5%-10% dari keseluruhan volume air mani yang dikeluarkan pada saat ejakulasi.

Produksi sperma merupakan suatu proses yang sensitif terhadap pengaruh suhu. Agar testes dapat memproduksi sperma sebagaimana mestinya, maka suhu yang dibutuhkan haruslah beberapa derajat dibawah suhu inti tubuh. Suatu otot rangka yang dikenal dengan otot cremaster berfungsi untuk menarik testes lebih dekat lagi ke tubuh pada lingkungan yang dingin dan melepaskan kembali tarikannya ketika temperatur mulai meningkat. Telah terbukti bahwa pria yang terbiasa mengenakan celana dalam yang ketat dapat mengalami penurunan produksi dan kualitas sperma karena testes tertarik kuat ke tubuh sementara temperatur disekitarnya meningkat sehingga dapat mengganggu produksi sperma secara normal.


Seminiferous tubules juga diikat dengan sel berbentuk piramid yang dikenal dengan nama Sertoli. Sel sertoli membantu dan melindungi pematangan sel sperma. Disamping itu, sel sertoli menyimpan hormon inhibin yang berfungsi untuk mengatur jumlah produksi sel sperma baru dalam tubuh. Sperma yang dihasilkan pada seminferous tubules akan dipindahkan ke epididymis untuk menyelesaikan proses pematangan sperma. Setiap epididymis memiliki panjang sekitar 4 sentimeter dan terletak di permukaan bagian belakang dari testis.


Terletak diantara seminiferous tubules terdapat sel interstitial yang juga disebut dengan sel Leydig, sel ini berfungsi untuk memproduksi testosteron, yaitu hormon dasar steroid. Hormon ini penting untuk menjaga karakteristik seks sekunder pria (seperti bulu-bulu diwajah dan tekanan suara yang rendah) dan bertanggung jawab untuk merangsang timbulnya gairah seks. Produksi testosteron secara dramatik dapat meningkat selama masa pubertas dan peningkatan ini berlanjut terus dalam masa hidup seseorang. 95% testosteron pria diproduksi oleh testes 5% sisanya diproduksi oleh sel-sel yang terdapat pada kelenjar adrenal yang terletak diatas ginjal dimana hal ini tidak berhubungan dengan sistem reproduksi.

Copyright 2002 Penis-besar.com. All rights reserved.